Senin, 24 Mei 2010

LAPORAN PRAKTEK MOTOR BAKAR

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Praktek
Dalam era globalisasi seperti saat ini banyak sekali dibutuhkan tenaga-tenaga ahli dibidang industri antara lain tenaga bidang teknik mesin, tenaga bidang listrik, tenaga bidang kimia dan seabagainya. Tenaga bidang teknik ini harus mempunyai bekal pengalaman dan ketrampilan dibidangnya, seingga menjadi seorang ahliu yang profesional dibidangnya.
Untuk itu Program Studi Diploma III Teknik Mesin Universitas Diponegoro diadakan mata kuliah motor bakar, sehingga mahasiswa selain mendapat teori tentang motor bakar juga dapat melakukan praktek motor bakar. Agar setelah lulus dari PSD III Teknik Mesin, mahasiswa dapat menjadi tenaga ahliu dibidanganya dan dapat bekerja sesuai keahliannya.

B.       Maksud dan Tujuan Praktek
Praktikum motor bakar ini dimaksudkan agar mahasiswa tahu tentang macam-macam motor bakar, tentang proses  kerja motor bakar dan bagian-bagian motor bakar. Dalam pelaksanaannya mahasiswa tidak langsung melakukan pembongkaran mesin tetapi terlebih dahulu diberikan teori motor bakar oleh dosen pembimbing.
Setelah mhasiswa tahu dan mengerti tentang motor bakar dan cara kerja motor bakar, maka tujuan dari praktek ini adalah :
1.      Mahasiswa trampil membongkar dan memasang mesin.
2.      Mahasiswa dapat melakukan tune-up.
3.      Mahasiswa mempunyai pengalama dan keahlian.

C.      Materi
Dalam laporan ini akan dijelaskan urutan membongkar dan memasang mesin, alat-alat yang digunakan, pengukuran dan gambar dari baagian-bagian mesin, serta cara memperbaiki mesin jika mesin tidak dapat hidup atau bekerja dengan normal.
Adapun untuk mengetahui perbeadaan antara motor bensin danmotor diesel adalah sebagai berikut :

v  Motor Bensin
1.      Sistem penyalaan menggunakan system pengapian dengan loncatan bunga api.
2.      Menggunkan bahan bakar bensin.
3.      Motor yang dikompresikan campuran udara dan bahan bakar.
v  Motor Diesel
1.      Pembakaran dilakukan dengan udara kompresi didalam silinder disebut compression ignition engine.
2.      Pemasukan bahan bakar dengan sistem injeksi.
3.      Menggunkan bahan bakar solar.
4.      Tekanan kompresi yang tinggi sehingga tenaga lebih besar.
5.      Panas yang diubah menjadi tenaga yang tinggi, rendemen tingggi.       





















BAB II
MOTOR BENSIN

A.      Data Mesin
Jenis                                 : Motor Bensin 4 langkah
Merek                               : DAIHATSU
Jumlah Silinder                : 3 Buah
Bahan Bakar                    : Bensin
Pendinginan                     : Air
Pelumas                            : Oli
Buatan                              : Jepang
Keadaan Mesin                : Hidup

B.       Alat-alat yang Digunakan
1.      1 set kunci pas                                                                       
2.      1 set kunci ring.                                                         
3.      1 set kunci sok.                                                         
4.      Obeng (+) dan (-)                                                      
5.      Treker.                                                                                   
6.      Jangka Sorong.
7.      Micrometer.
8.      Mistar Baja.
9.      Valve Spring.
10.  Tang kombinasi dan tang klip.
11.  Feeler Gauge
12.  Kunci Momen
13.  Palu Besi
14.  Penyiku
15.  Silinder Bore Gauge


C.      Urutan Pembongkaran
1.      Melepaskan karburator dan perlengkapan dengan kunci pas atau ring.
2.      Melepaskan intake manifold dan exhaust manifold dengan kunci pas atau ring 11 mm, 12 mm dan 16 mm.
3.      Melepaskan tutup silinder head dengan kenci pas atau ring 11 mm dan 12 mm.
4.      Melepaskan batang rocker arm beserta rocker armnya.
5.      Melepaskan silindrer head dengan kunci ring 17 mm.
6.      Melepaskan pegas dan katup dengan valve spring.
7.      Melepaskan motor starter dengan kunci 14 mm.
8.      Melepaskan pompa bensin dengan kunci pas atau ring 13 mm dan 14 mm.
9.      Melepaskan karter dengan kunci pas atau ring 12 mm.
10.  Melepaskan saringan oli dengan kunci pas atau ring 14 mm.
11.  Melepaskan pompa oli dengan kunci pas atau ring 14 mm.
12.  Melepaskan big end cup dudukan jalannya dengan kunci sok 17 mm.
13.   Melepaskan torak dsn connecting rod dari silindernya dengan cara dipukul secara perlahan-lahan dengan menggunakan palu atau kayu.
14.  Melepaskan cincin-cincin torak pada torak.
15.  Melepasakn pena torak yang terlebih dahulu kita buka clip pada pena torak.

D.      Pengukuran
Setelah semua bagian dari motor bensin ini kita lepaskan maka sekarang kita mulai melakukan pengukuran :
  1. Pengukuran Pegas Katup
a.       Kondisi visual
Ø    Kondisi pegas cukup baik
Ø    Warna pegas kehitam-hitaman.
b.      Alat dan Bahan
Ø    Spring compressor ring
Ø    Mistar siku
Ø    Feeler gauge
Ø    Jangka sorong
Dari pengukuran dengan menggunakan jangka sorong, siku baja, feeler gauge, didapat data-data sebagai berikut :

SILINDER
I
II
III
PEGAS
in
ex
in
ex
in
ex
PANJANG BEBAS (L)






D






d






Kemiringan







  1. Pengukuran Katup
a.       Kondisi visual
Ø     Kondisi cukup baik.
b.      Alat
Ø     Micrometer dan jangka sorong



Dari pengukuran didapat data-data sebagai berikut :

Silinder
I in
I ex
II in
II ex
III in
III ex
D1
x






y






D2
x






y






D3
x






y






L






D
x






y








  1. Pengukuran Pena Piston
a.       Kondisi visual
Ø Kondisi cukup baik
b.      Alat
Ø Micrometer dan jangka sorong

Dari pengukuran didapat data-data sebagai berikut :

Torak

1
2
3

D1



X
D2




D3




D1



Y
D2




D3



d




L






  1. Pengukuran Piston
a.       Kondisi visual
Ø     Kondisi cukup baik
b.      Alat
Ø     Micrometer dan jangka sorong





Dari pengukuran didapat data-data sebagai berikut :

Piston

I
II
III

D1



X
D2




D3




D1



Y
D2




D3





  1. Pengukuran Conecting Rod
a.       Kondisi visual
Ø     Kondisi cukup baik
b.      Alat
Ø     Jangka sorong





Dari pengukuran didapat data-data sebagai berikut:

Piston

I
II
III
d (mm)
X



Y



D1 (mm)
X



Y



D2 (mm)




L






  1. Pengukuran Poros Engkol
a.       Kondisi visual
Ø     Kondisi cukup baik
b.      Alat
Ø Micrometer dan jangka sorong
Dari pengukuran didapat data-data sebagai berikut:

Poros Engkol
D1 (mm)
D2 (mm)
Metal duduk 1
X1 =
X2 =

Y1 =
Y2 =
Metal duduk 2
X1 =
X2 =

Y1 =
Y2 =
Metal duduk 3
X1 =
X2 =

Y1 =
Y2 =
Metal duduk 4
X1 =
X2 =

Y1 =
Y2 =



Metal jalan 1
X1 =
X2 =

Y1 =
Y2 =
Metal jalan 2
X1 =
X2 =

Y1 =
Y2 =
Metal jalan 3
X1 =
X2 =

Y1 =
Y2 =




  1. Pengukuran Silinder Head
a.       kondisi visual
Ø Kondisi cukup baik, belum terdapat luka atau kerusakan pada bagian permukaannya.
b.      alat
Ø   Mistar siku dan filler
Alat yang digunakan untuk pengukuran adalah mistar baja dan fuller gauge, diperoleh data-data sebagai berikut:

No
Daerah
Hasil Pengukuran
1
A
0
2
B
0.05
3
C
0.05
4
D
0
5
E
0.05
6
F
0
7
G
0.05
8
H
0
9
I
0.05

  1. Pengukura Blok Silinder
Alat yang digunakan untuk pengukuran adalah mistar baja dan fuller gauge, diperoleh data-data sebagai berikut:

No
Daerah
Hasil pengukuran
1
A
0
2
B
0
3
C
0
4
D
0
5
E
0.05
6
F
0.05
7
G
0
8
H
0
9
I
0.05

  1. Pengukuran Silinder Liner
a.       kondisi visual
Ø  Cukup baik, tidak ada kerusakan yang cukup parah
b.      alat
Ø  Bour gauge
Alat yang digunakan untuk pengukuran adalah bour gauge, jangka sorong, dan micrometer, diperoleh data-data sebagai berikut:

Silinder

1
2
3

D1
0.72
0.73
0.71
X
D2
0.73
0.74
0.73

D3
0.74
0.75
0.73

D1
0.73
0.74
0.72
Y
D2
0.75
0.75
0.73

D3
0.75
0.75
0.74

10.  Pengukuran Rocker Arm
a.       kondisi visual
Ø  Keduanya cukup baik
b.      alat
Ø  Jangka sorong
Alat yang digunakan untuk pengukuran adalah jangka sorong dan diperoleh data-data sebagai berikut:

No Nok
d
L2
L3
1
19
19.5
36.80
2
19
19.5
36.80
3
19
19.5
36.80
4
19.05
19.5
36.80
5
19
19.5
36.80
6
19.1
19.5
36.80







11.  Pengukuran Camshaft (Poros Nok)
Alat yang digunakan untuk mengukur adalah jangka sorong, diperoleh data-data sebagai berikut:

No Nok
D
L
1
16.80
51
2
16.80
54






Kekurangan-kekurangan pada Mesin DAIHATSU
1)             Motor stater tidak ada
2)             Koil tidak ada
3)             Tidak ada ring kompresi dan ring pelumas pada torak 1
4)             Pena torak 1 macet
5)             Paking silinder head tidak ada
6)             Baut pada dudukan rocker arm ada yang putus
7)             Oli mesin sudah sangat kotor
8)             Radiator tidak befungsi
9)             Kabel busi tidak komplit
10)         Kabel kontaknya tidak ada



BAB III
MOTOR DIESEL

A.      Data Mesin
Jenis                                 : Motor diesel 4 tak
Bahan Bakar                    : Solar
Pendingin                         : Air
Merk                                 : Kubota
Jumlah Silinder                : 1 Silinder

B.       Overhaul (Pembongkaran)
1.         Langkah Pembongkaran :
a.         Mengeluarkan minyak pelumas dengan membuka baut pengeluaran oli.
b.         Mengeluarkan air pendingin dengan membuka kran.
c.         Membuka tangki bahan bakar dengan saluran pipanya.
d.        Membuka tutup air pendingin.
e.         Melepas angki air pendingin.
f.          Melepas injector dengan pipa saluran bahan bakar.
g.         Melepas pipa buang.
h.         Membuka pompa bahan bakar.
2.         Cylnder head group :
a.         Melepas tutup rocker arm.
b.         Melepas rumah rocker arm.
c.         Melepas mur pengikat silinder head.
d.        Melepas rocker arm
e.         Melepas push rod.
f.          Melepas mekanisme katup dengan kompresor spring
g.         Melepas katup dari dudukannya.
3.         Piston Group :
a.         Membuka tutup poros engkol.
b.         Membuka tutup rumah roda gigi.
c.         Melepas tutup sisi belakang saringan bahan bakar.
d.        Melepas tutup rumah bantalan utama.
e.         Melepas metal jalan poros engkol.
f.          Melepas connecting rod, piston serta ringnya dengan mendorong ke depan.
g.         Melepas ring piston.
h.         Melepas piston dan connecting rod beserta pena piston.
i.           Melepas fly wheel dengan kunci inggris, palu dan tracker.
j.           Melepas poros engkol.
k.         Melepas crank shaft dengan menarik ke samping.

C.      Pemeriksaan Komponen Mesin
1.         Pemeriksaan silinder head
Ø  Tujuan :
Memeriksa cacat ruang bakar dan kerataan pada silinder head, dengan urutan pengukuran sesuai dengan gambar.
Ø  Peralatan :
Kunci pas, kunci ring, filler gauge
Ø  Langkah kerja :
Meleps silinder head dari blok siinder, dengan melepas mur yang yang merangkai antara blok silinder dan silinder head, kemudian silinder head diletakan diatas kaca kemudian dilakukan pengukuran dengan menggunakan filler gauge.











Tabel pengukuran silinder head:
DAERAH
HASIL PENGUKURAN
A
0
B
0
C
0.05
D
0
E
0.1
F
0.05
G
0.05
H
0

Tabel pengukuran Silinder blok:
DAERAH
HASIL PENGUKURAN
A
0
B
0.05
C
0.1
D
0.05
E
0.1
F
0.05
G
0
H
0.05

Ø  Pembahasan :
Dari hasil pengukuran tersebut silinder head masih memiliki toleransi yang standar. Apabila telah melebihi yang telah ditentukan maka pada saat terjadi pembakaran akan mengalami kebocoran pembakaran idak sempurna.

2.         Pemeriksaan Katup
Ø  Tujuan:
     Memeriksa cacat pada sudut katup
Ø  Peralaan:
     Jangka sorong, micrometer, compression tester spring.
Ø  Langkah kerja :
     Melepas katup dari silinder head dengan menggunakan compression spring, setelah katup terlepas pengukuran dilakukan pada saat katup terpasang dan terepas.

Tabel pengukuran Katup:

Katup Masuk ( IN )
Katup Keluar ( EX )
T
7.9
7.9
M
7.92
7.9
B
7.9
7.9
D
37.92
32.02
L
93.5
92.82


Ø  Pembahasan:
     Pada katup terdapat bagian yang mengalami keausan yaitu pada batang katup dan sudut katup. Hal ini tentunya juga mempengaruhi proses pembakaran yang terjadi. Sudut pada katup telah melampaui standar sehingga perlu dilakukan perbaikan agar sudut katup sesuai dengan standar yaitu 450

3.         Pemeriksaan Pegas Katup
Ø  Tujuan:
     Pemeriksaan pegas katup.
Ø  Peralatan:
     Micrometer, compression tester spring.
Ø  Langkah kerja:
     Melepas pegas katup dengan cara melepas penguncinya terlebih dahulu dengan compression tester spring, setelah pegas katu terlepas maka dilakukan pengukuran pada saat pegas katup terpasang dan terlepas.

Tabel Pengukuran Pegas Katup :
Besar
Katup masuk ( IN )
L
43.94
D
24.92
d
3

Kecil
Katup masuk ( IN )
L
18.56
D
15.68
d
1.74


Katup masuk ( IN )
L
44.12
D
24.92
d
2.90
Ø  Pembahasan:
     Pegas katup masih berfungsi dengan baik, hal ini dapat terlihat dari kemampuan pegas dari posisi semula.


4.         Pemeriksaan Rocker Arm
Ø  Tujuan:
     Pemeriksaan keausan pada poros rocker arm.
Ø  Peralatan:
     Jangka sorong, micrometer.
Ø  Pembahasan:
     Pada diameter dalam rocker arm terjadi keausan akibat dari gesekan yag terjadi dengan rocker arm shaft.

Tabel Pengukuran Rocker Arm :

L
L1
L2
L3
IN
57.6
32.3
23.25
14.25
EX
57
32.25
23.15
14






5.         Pemeriksaan Camshaft
Ø  Tujuan:
     Memeriksa pada camshaft yang diakibatkan oleh gesekan.
Ø  Peralatan:
     Jangka sorong, Micrometer.
Ø  Pembahasn:
     Terjadi gesekan antara camshaft dan taffet atau dudukan push rod menyebabkan adanya sedikit keausan pada camshaft.

Tabel Pengukuran Camshaft:

IN
EX
X
A
28
28
B
28
28.1
C
28
28.5
Y
A
33
33.05
B
33
33.15
C
33
33.15
Z
6
10
                  

Tabel Pengukuran Tappet:

IN
EX
D1
X
11.95
11.95
Y
11.95
11.95
D2
X
6.15
6
Y
6.15
6
D3
X
6.15
6
Y
6.15
6
L
56
56























6.         Pemeriksaan Silinder Liner
Ø  Tujuan:
Pemeriksaan cacat pada silinder liner.
Ø  Peralatan:
Jangka sorong, micrometer.
Ø  Langkah kerja:
Mengeluarkan piston dari silinder kemudian silinder liner diukur diameternya ada tiga bagian pada dua sisi dengan menggunakan dial indicator.

Tabel Pengukuran Silinder Liner :

T
M
B
P
92
92,01
91,99
A
92,01
92,01
92,01

Ø  Pembahasan :
Pada silinder liner terdapat bagian yang mengalami sedikit keausan yang disebabkan gesekan dengan piston dan ring piston.
7.         Pemeriksaan Connecting Road, Piston, Cincin dan Pena Piston
Ø  Tujuan:
Memeriksa keausan pada dinding piston, pena piston, dan connecting road.
Ø  Peralatan Kerja:
Jangka sorong, micrometer.
Ø  Langkah kerja:
Mengeluarkan piston dari silinder liner, piston diukur pada tiga bagian dengn menggunakan micrometer pada dua bagian sisi untuk mengukur diameternya. Selain itu juga diukur panjang piston sampai diameter tengah piston, setelah piston diukur, kita juga mengukur pena piston dan connecting road.

Table pengukuran piston :

T
M
B
P-S
91,20
91,20
91,20
F-A
91,22
92,22
91,24

Ø  Pembahasan:
Pada dinding piston terdapat goresan yang diakibatkan oleh gesekan dengan silinder liner seehingga menyebabkan piston tidak rata.


Tabel pengukuran cincin piston :

A
B
L3
KOMPRESI I
10,5
2,25
3,25
KOMPRESI II
11,6
2,10
2,45
KOMPRESI III
12,5
2
2,4
PENGHAPUS MINYAK

TIDAK ADA


Tabel pengukuran pena torak:

D1
D2
D3
X
27
27
27
Y
27
27
27

Tabel pengukuran connecting road:
D
42,47
d
27,20
L
146
l
163

8.         Pemeriksaan Crank Saft dan Bearing
Ø  Tujuan :
Memeriksa cacat dan deausan pada crank saft dan bearing yang disebabkan oleh gesekan.
Ø  Peralatan :
Jangka sorong, micrometer.
Ø  Langkah kerja :
Pengukuran crank saft dilakukan pada diameternya (crank pin) di tiga bagian yang berbeda. Crank pin merupakan tempat tertumpunya connecting road. Pengukuran bearing dilakukan pada diameternya apabila bearing mengalami keausan yang tidak sesuai standart maka harus diganti.

Tabel pengukuran cranksaft :

X
Y
A
46,55
46,55
B
46,55
46,55
C
46,75
46,75



Ø  Pembahasan :
Pada diameternya crank saft (crank pin) terdapat goresan yang diakibatkan gesekan antara crank pin dan bantalan tetap, dan bantalan luncur. Proses keausan ini dipengaruhi oleh system pelumasan harus berjalan dengan baik agar dapat memperpanjang umur mesin.

D.      Pemasangan Kembali
Pada dasarnya pemasangan kembali sama dengan pembongkaran hanya saja urutannya dibalik, adapun urutan pemasangan kembali adalah sebagai berikut:
1.    Pemasangan piston group, dimulai dengan pemasangan ring piston.
2.    Silinder head group, dimulai dengan pemasangan katup dan pegasnya dengan menggunakan compression spring valve.
3.    Pemasangan poros engkol.
4.    Pemasangan poros nok dan taffeta (dudukan push road) serta push road.
5.    Memasang silinder head pada blok mesin sesuai dengan urutan pengencangannya.
6.    Memasang roda gigi kemudian memasang rocker arm sesuai dengan posisi semula.
7.    Mengatur kerenggangan rocker arm dan menutup rocker arm.















BAB IV
TUNE UP MESIN BENSIN

A.      Data Mesin
Nama mesin                    : Daihatsu
Jenis                                 : 4 tak
Bahan bakar                     : Bensin
Pendingin                         : Air
Jumlah silinder                 : 4 silinder.

B.       Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Tune Up
1.         Oli Mesin
Pemeriksaan apakah kekentalan atau viskositas minyak lumas sesuai dan apakah tinggi permukaannya dalam kartel cukup. Jika motor diisi terlalu banyak minyak, minyak yang terlempar kedinding silinder akan memungkinkan minyak masuk ke ruang bakar. Periksa tekanan minyak, jika tekanan minyak rendah walaupun isi minyak cukup dan viskositasnya telah memenuhi syarat dapat dipastikan bahwa bantalan poros engkol atau pin engkol telah aus.

2.         Busi
Kerusakan pada busi diasanya disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
a.         Kerusakan pada isolator
b.         Keausan ulir
c.         Elektroda kotor atau sudah aus
d.        Kerusakan pada gasket
e.         Elektroda terbakar
f.          Busi tidak mengeluarkan bunga api
g.         kumparan pengapian lemah
h.         Jarak antar elektroda tidak tepat


Cara membersihkan busi:
a.         Gunakan pembersih busi yang baik
b.         Tiuplah bubuk pembersih dengan udara bertekanan
c.         Bersihkan elektroda
Bila celah busi tidak sesuai standar atau ulir telah rusak, aturlah agar celahnya baik kembali atau ganti busi yang baru.

3.         Platina
Jika platina telah rusak, sebaiknya diganti dengan yang baru, dan stel platina dengan celah 0,45 mm.
Kerusakan-kerusakan yang biasa terjadi pada distribusi :
a.         Jarak celah p;atina tidak tepat
b.         Platina terbakar, retak dan kotor
c.         pengaturan pengapian terlalau cepat atau terlambat
d.        Sambungan kabel berkarat
e.         Kondensator terbuka atau berhubungan singkat
f.          Pengaturan bunga api kotor atau macet
g.         Rotor berhubungan dengan masa atau pegas rotor patah
h.         Poros distributor aus.

4.         Baterai
Alat-alat yang digunakan untuk membersihkan klem dan terminal listrik baterai adalah :
a.         Kuas kawat
b.         Wol dari baja
c.         Alat pembersih terminal
d.        Klem.
Cara membersihkan baterai adalah tuangkan larutan pembersih ke atas baterai dan tunggu sampai larutan berhenti berbuih dan berdesis. Kemudian sikatlah bagian atas baterai dengan sikat besi yang kaku. Bilas sampai bersih dan keringkan dengan lap kain. Air baterai dikatakan cukup baik bila plat-plat yang ada dalam baterai tergenang didalamnya.Apabila air baterai tidak cukup maka baterai tidak akan memberikan arus dan listrik, sebaiknya baterai diganti. Bila baterai dimuati arus berlebih maka air baterai akan panas sehingga  akan keluar melalui katup-katup baterai. Lampu-lampu akan cepat mati dan kontak-kontak pemutus arus yang ada di dalam distributor akan cepat menjadi kasar.

5.         Karburator
Pemeriksaan dan perbaikan karburator :
a.         Bersihkan bagian-bagian karburator dengan mesin, hembuskanlah saluran minyak dengan udara bertekanan, bersihkan dari debu.
b.         Bersihkan bagian luar dengan sikat yang lunak, bersihkan kerak-kerak karbon di sekitar katup.
c.         Periksalah apakah ada keretakan, benjolan pada permukaan gasket.
d.        Periksalah apakah pendorong katup bekerja dengan baik dan dudukannya benar.
e.         Periksalah apakah ulir-ulir skup yet dan lubang-lubangnya rusak.
f.          Periksalah apakah bola pengontrol berkarat.
g.         Periksalah katup kecepatan tinggi apakah bekerjanya baim dan kelonggaran ke arah sumbu.
Pemeriksaan karburator :
a.         Saat mengisi bensin sebaiknya disaringagar bersih dari kotoran.
b.         Membersihkan saringan yang ada dalam karburator.
c.         membersihkan saluran udara.
d.        Membersihkan saringan pipa dan saluran udara karburator.

6.         Pompa Bensin
Cara membersihkan pompa bensin:
Bersihkan bensin yang terdapat pada pompa, lepaskan bagian tutpnya. Periksa keadaan katup isap dan katup desaknya. Lepaskan membran (diafragma) dari pengungkitnya, periksalah bagian diafragma dan pegasnya, bersihkan setiap bagian pompa bensin. Tiupkan setiap lubang-lubang bensin dan gantilah bagian-bagian yang sudah rusak.
Gangguan yang sering terjadi pada pompa bensin;
a.         Pompa bensin tidak dapat menghisap bensin dari pompa bensin.
b.         Pompa bensin tidak dapat memberikan bensinke karburator.

Gangguan tersebut diakibatkan hal-hal sebagai berikut ;
a.         Bensin habis.
b.         Lubang udara pada tutup tangki bensin tertutup oleh kotoran.
c.         Pipa bensin diantara tangki bensin dan pompa bensin bocor.
d.        Paking pada pompa bensin telah rusak.
e.         Pemasangan katup pada pompa bensin terbalik.
f.          Katup-katup tidak bekerja dengan baik/pemasangan longgar
g.         membran telah sobek.
h.         Pipa bensin tesumbat oleh kotoran.

7.         Saringan Bensin
Fungsi dari saringan bensin adalah untuk menahan kotoran yang dikandung oleh bensin sebelum masuk ke pompa. Jadi tempatnya diantara tangki bahan bakar dan pompa bensin
Saringan bensin kadang-kadang tidak terletak pada satu tempat, beberapa pompa bensin ada yang dilengkapi dengan saringan yang dapat diganti. Gangguan aliran bensin yang terjadi karena kerusakan saringan bensin yang ada ditangki. Biasanya saringan itu tidak memerlukan perawatan.

8.         Sistem Pengapian
Berfungsi untuk menghasilkan tenaga yang tinggi untuk mengadakan bunga api diantara elektroda busi sehingga campuran bahan bakar dan udara terbakar sempurna, walaupun kecepatan berubah-ubah. Pada mobil umumnya digunakan dengan baterai.
Distributor digerakkan dengan poros nok pada mesin utama, berfungsi untuk membagi arus tegangan tinggi yang berasal dari koil ke busi. Distributor bekerja harus dengan tepat dan urutan yang tertentu dari motor bersangkutan. Jika penyetelan distributor tidak tepat maka tidak akan sempurna.
Cocokan tanda-tanda waktu dengan memutar bodi distributor (saat pengapian 80 sebelum TMA).



9.         Celah Katup
Pengaturan celah katup :
a.         Mesin dipanasi dan kendaraan dimatikan
b.         Setel silinder nomor 1 pada TMA
c.         Setel celah katup :
Ø  Celah katup masuk 0,15 mm
Ø  Celah katup keluar 0,20 mm
Memeriksa kerusakan katup :
a.         Periksa manifold dan keretakan, kekaratan dan kerusakan lain.
b.         Periksa pegegeliatan (distorsi penggeliatan gasket)
c.         Periksa katup pengontrol panas.

10.     Saringan Udara
Periksalah elemennya kalau rusak atau terlalu kotor harus diganti, bersihkan elemennya dengan udara kompresi bertekanan rendah dan ditiupkan dari dalam keluar. Cucilah elemen dengan cairan pembersih.

11.     Sistem Pendinginan
Sistem pendinginan yang kotor harus dibersihkan dengan cara-cara sebagai berikut :
a.         Hidupkan mesin sampai pendinginan jadi hangat.
b.         Matikan mesin dan ceratlah system pendinginan.
c.         Tutup kran penceratnya dan isi dengan minyak tanah sebanyak 1/10 dari jumlah isi pendingin.
d.        Isilah sisanya dengan campuran 1 galon aii dan ½ lb soda cuci.
e.         Hidupkan mesin pad putaran sedang selama ½ jam.
f.          Matikan mesin, cerat ddan bilaslah dengan air bersih.

12.     Tekanan kompresi
Cara mengukur tekanan kompresi ;
a.         panaskan mesin kemudian matikan.
b.         Buka semua busi.
c.         Lepaskan hubungan antara distributor dank oil.
d.        Masukkan alat pengukur kompresi ke dalam lubang busi.
e.         Hidupkan mesin dan baca hasil pengukuran.






























BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Pada hasil praktikum yang telah kami lakukan, kami dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
a.    Para praktikum dapat mengetahui bagian-bagian mesin dan cara-cara overhaul.
b.    Para praktiku dapat mengetahui cara-cara tune up.
c.    Mampu merawat mesin.
d.   Mampu menganalisa kerusakan mesin.
e.    Mengerti bagaimana cara mengukur bagian-bagian mesin dan mengetahui kebanyakan mesin tersebut.
f.     mengetahui tentang system pengapian, system pelumasan dan, system pendingin.

B.       Saran
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh praktikan dalam praktikum adalah sebagai berikut:
a.    Meningkatkan kedisiplinan.
b.    Supaya lebih serius dalam melaksanakan praktikum.
c.    Jangan bercanda saat praktikum.
d.   Lebih memahami praktikan yang sedang dikerjakan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar